Tuesday, November 9, 2010

Image Stabilization Dalam Fotografi

Image Stabilization (IS) atau anti-shake adalah sebuah fasilitas lensa yang berfungsi meredam guncangan saat pengambilan gambar, di khususkan saat pengambilan gambar shutter speed atau kecepatan rendah atau pada pengambilan jarak jauh seperti telephoto yang menggunakan zoom di atas 10x.

Cara kerja Image Stabilization yaitu dengan sedikit menggerakkan image sensor namun ada pula yang menggunakan cara menggerakan optical elemen didalam lensa itu sendiri.

Nikkor Lenses
Pengambilan jarak jauh atau telephoto zoom sangat memiliki pengaruh besar pada sedikit guncangan untuk itu fasilitas IS sangat berguna dalam pengambilan gambar jarak jauh atau telephoto zoom seperti yang disebutkan tadi. pengambilan jarak jauh atau telephoto zoom seperti di sebutkan tadi karna semakin jauh jarak suatu object akan mengakibatkan gerakan yang semakin besar jika dibandindingkan dengan jarak object yang lebih dekat walaupun guncangan mempunyai besar sudut yang sama.

Selain pengambilan jarak jauh, IS jg berpengaruh pada pengambilan gambar yang memerlukan shutter speed yang lambat karena sangat memungkinkan terekamnya guncangan. Namun perlu di ingat, IS memang sangat berjasa dalam pengambilan gambar dengan shutter speed rendah, tetapi IS memiliki batasannya sendiri, IS dapat berguna dengan baik disaat shutter speed berada pada 1 detik atau kurang, apabila shutter speed berada di atas 1 detik, IS tidak akan bisa mengatasi guncangan yang terjadi.

Setiap lensa memiliki istilah Image Stabilization sendiri, sebagai contoh istilah yang dimiliki oleh lensa Canon adalah Image Stabilizer, biasanya terdapat singkatan IS pada lensa tersebut. Pada lensa lain seperti  Nikkor menggunakan istilah VR atau Vibration Reduction, pada Sigma menggunakan OS atau Optical Stabilizer, sedangkan pada Samsung dinamakan OIS atau Optical Image Stabilizer dan ada pula istilah lain pada lensa seperti Thamron yang bernama VC atau Vibration Compensation.

No comments:

Post a Comment