Showing posts with label Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Fotografi. Show all posts

Sunday, January 8, 2012

Nikon D4

Nikon telah mengumumkan kamera canggih terbarunya pada tanggal 6 Januari 2012 kemarin. Dari namanya sudah pasti bahwa ini ada penerus dari seri Nikon D3s yang memiliki kemampuan foto yang sangat baik. Namun kali ini D4 lebih menonjolkan kemampuan videonya.

Front side Nikon D4

Back side Nikon D4
Berikut merupakan spesifikasi dari Nikon D4
  • CMOS FX (Full Frame 36.0x24.0mm) 16 MP
  • 51 titik AF
  • Burst Shoot hingga 10 fps
  • ISO 100 - 12,800
  • Iluminated Button (tombol yang menyala)
Iluminated Button
  • Dual Slot memory, CF dan XQD
  • Luas LCD mencapai 3,2"
  • HDR mode
  • Pentaprism viewfinder
  • Prosesor Expeed3 Nikon
  • Full HD 1080 @30fps
  • Movie continous focus

Monday, September 12, 2011

New Nikon Lens: 40mm f/2.8

Berbicara soal lensa Nikon makro dengan fix range, inilah kabar baik bagi fotografer Nikonian pemula dengan budget seadanya. Nikon baru - baru ini mengeluarkan lensa makro format DX dengan harga yang tidak terlalu tinggi seperti lensa AF-S sebelumnya. Lensa ini seperti impian sejak lama para Nikonian yang senang bermain dengan makro.

40mm f2/8
Sebelumnya Nikon hanya memiliki satu lensa berformat DX yaitu 85mm f/3.5 sedangkan pada full frame Nikon sudah memiliki 60mm f/2.8 dan 105mm f/2.8 dengan material yang sangat baik bertanda N atau Nano Crystal Coat.

Ukuran lensa ini juga lebih kecil daripada lensa makro lainnya sehingga lebih ringan. Diperkirakan akan dijual dengan harga 2,6 jutaan saja jauh lebih murah dari lensa makro lainnya, seperti 85mm f/3.5 dengan harga 5,3 jutaan, 60mm f/2.8 seharga 5 jutaan dan 105mm f/2.8 seharga 8 jutaan.

Lensa baru ini dibuat pada jarak 40mm dengan aperture lebih kecil (artinya bukaan lebih besar) dari 85mm f/3.5 yaitu f/2.8, kenapa 40mm? Kalau dilihat pada format DX ini hampir setara dengan 60mm pada full frame. Lensa ini hanya memiliki 7 pisau diafragma dengan bukaan terkecil hingga f/22. Lensa ini mampu mendapatkan fokus pada objek sedekat kurang dari 10cm untuk mendapatkan sisi makronya dan dengan jarak maksimal terdekat sejauh 48mm.

Lensa ini tidak hanya hebat pada makronya saja, bisa juga di andalkan untuk portrait dan lanscape. Lensa ini juga dijual sepaket dengan Hood dan Pouch.

Sunday, May 8, 2011

Nikon D5100

Tadaaa..!!! Nikon D5100, kamera yang menjawab pertanyaan para Nikonian seperti "Apa mungkin ada generasi selanjutnya dari Nikon D5000?" atau "Kenapa pemasaran Nikon D5000 cepat sekali hilang dan langsung discontinue? Apa produk gagal?". Kali ini saya sangat tertarik untuk mereviewnya.

Nikon D5100 merupakan generasi lanjutan dari Nikon D5000. D5000 merupakan kamera DSLR Nikon pertama yang memiliki LCD lipat, kali ini Nikon melanjutkan untuk memproduksi kamera DSLR dengan LCD lipat yang lebih canggih, karena itu kamera ini dinamakan D5100, kamera DSLR Nikon pemula yang memiliki LCD lipat. Kenapa dikatakan pemula, karena kamera ini masih belum memiliki motor di dalamnya sehingga harus menggunakan lensa jenis AF-S untuk bisa menggunakan auto fokus.

Kali ini Nikon memberi sedikit perubahan pada ciri khasnya yaitu pada garis merah yang berada dibawah shutter. Garis merah tersebut sekarang terlihat lebih kecil dan melengkung.

Hanya ada yang berbeda dari body D5100 dan D5000, yaitu pada LCD lipatnya selebar 2.7", D5000 satu - satunya kamera DSLR membuka kebawah yang sedikit menyulitkan di beberapa kondisi seperti saat memakai tripod, namun D5100 memiliki LCD yang membuka kesamping selebar 3" seperti D3000 mengikuti dengan kebutuhan dan kenyamanan pengguna. Ini juga berpengaruh dengan letak tombol kamera DSLR Nikon yang ciri khasnya berada disamping kiri LCD sehingga menyebar ke bagian lain kamera. Seperti tombol menu yang berada disebelah kiri viewfinder, tombol playback, zoom-in dan zoom-out pindah kebagian kanan LCD. Dan pada bagain atas sebelah roll mode terdapat tuas untuk live view dan memiliki tombol video di sebelah shutter. 


Banyak kelebihan yang dimiliki D5100, yang lebih ditonjolkan adalah adanya Night Vision, HDR mode dan juga image processing Expeed2 milik Nikon. Sebelum menjelaskan apa itu semua, akan saya jabarkan beberapa komponen yang di upgrade oleh Nikon untuk D5100 dari versi sebelumnya, D5000. Nikon D5000 memiliki resolusi sensor yang sama dengan D90, yaitu CMOS 12.2MP dengan fasilitas video recording full HD 720p, namun pada D5100 resolusi dinaikkan sama dengan D7000 generasi lanjutan dari D90 yaitu CMOS 16.1MP dengan kemampuan video recording full HD 1080p dan juga ditanamkan internal mic di dalamnya. Pada continous shoot, D5100 mampu mencapai kecepatan 4fps lebih baik daripada D5000 yang memiliki kecepatan 3fps.

Kemampuan Night Vision D5100 adalah menaikkan ISO sebesar 102800 sehingga mampu menangkap cahaya yang sangat sedikit dan juga bisa dilakukan pada saat merekam video. HDR atau High Dynamic Range merupakan teknologi penangkapan ketajaman warna, kontras dan ketepatan exposure pada hasil foto. Kamera ini juga di anggap dapat mengambil foto dengan kejernihan yang baik.

Untuk kamera pemula, kamera ini di anggap hebat dengan resolusi 16.1MP,  Night Vision, HDR mode dan kelebihan lainnya. Nikon D5100 saat ini dijual seharga kurang dari 8jutaan satu paket dengan lensa kit 18-55mm.

Berikut spesifikasi dari Nikon D5100 :
  • CMOS DX 16.1MP
  • 11 titik AF
  • Night Vision
  • HDR mode dan bracketing
  • ISO 100 - 6400 hingga 25600
  • full HD movie 1080p, 30 fps
  • burst shoot 4fps
  • LCD vari angle 3" resolusi 921000 piksel
  • mirror viewfinder
  • Expeed2 Nikon

Tuesday, February 15, 2011

Mengenali dan Memahami White Balance Pada Kamera

White Balance adalah salah satu point penting pada saat pengambilan gambar karena akan sangat mempengaruhi hasil gambar pada akhirnya. Seringkali kita mengambil gambar namun hasil gambar tidak seperti apa yang kita lihat, kadang terlihat pucat atau kontras warna tidak terlihat, kadang terlalu cerah dan lainnya.

White Balance dapat diartikan sebagai kemampuan kamera menangkap dan mengartikan warna putih berdasarkan sumber cahaya yang ada dengan mengenali temperatur dari sumber cahaya tersebut. White Balance juga di gunakan untuk mendapatkan gambar yang natural, objek berwarna putih akan tetap putih, warna  merah akan tetap merah dan seterusnya seperti apa yang mata kita lihat karena kamera tidak  seperti mata kita yang bisa begitu saja menerjemahkan warna putih yang mendapatkan sumber cahaya yang berbeda - beda.

Menggunakan White Balance

Preset White Balance ada bermacam - macam, apabila masih kurang paham dengan mode - mode tersebut kita masih bisa menggunakkan AWB atau Auto White Balance. AWB adalah kemampuan kamera yang menebak dan menyesuaikan sumber cahaya yang didapatkan oleh objek sehingga menjadikkan warna objek tetap natural. Kadang AWB baik digunakan saat indoor, outdoor, dengan atau tanpa lampu flash namun AWB tidak selamanya baik. Untuk orang yang tidak puas dengan AWB, di sarankan untuk lebih memahami kegunaan - kegunaan dari preset White Balance lainnya. Berikut penjelasannya.

White Balance's Preset
Daylight

Digunakan pada pemotretan outdoor pada saat langin berwarna biru dengan disinari cahaya dari matahari.

Cloudy

Digunakan pada pemotretan outdoor saat sedang berawan. Saat - saat seperti ini biasanya gambar yang dihasilkan akan pucat dengan dominasi warna biru karena cahaya menghasilkan kontras warna yang tidak terlalu terlihat, preset ini menjadikan gambar yang dihasilkan lebih hangat.

Shade

Preset ini digunakan pada posisi dimana objek berada dibawah bayangan atau bisa juga digunakan saat di dalam rumah. Ini menghasilkan gambar yang lebih hangat kekuning - kuningan.

Friday, February 4, 2011

Mengenal Kamera DSLR Nikon Saat Ini (Januari 2011)

Kamera skrg sangat banyak jenisnya, begitu juga Nikon yang mengeluarkan berbagai tipe kamera saat ini dengan level yang berbeda - beda. Saya akan sedikit menjelaskan berdasarkan level dari kamera DSLR.

Kelas Pemula || Entry-Level

Nikon D3000

Kamera ini merupakan penerus dari Nikon D40 dan D40x. Tidak terlalu berbeda dengan kamera terdahulunya, masih dengan sensor CCD dengan 10.2MP namun memiliki peningkatan pada titik fokusnya yaitu berjumlah 11 titik AF dengan kecepatan 3fps burst-shooting. Kamera ini juga tidak miliki motor auto-focus jadi harus menggunakan lensa AF-S (built-in motor) untuk dapat menjalankan auto-focus pada lensa. Kelemahannya untuk kamera saat ini ada pada noise yang masih sering ditimbulkan saat memakai ISO tinggi, ini dikarenakan kamera ini masih menggunakan sensor lama, yaitu sensor CCD. Namun CCD tidak selalu buruk, walaupun masih dengan sensor CCDnya, kamera ini mampu bersaing dengan kamera pemula lainnya. Kamera ini banyak dicari karena harganya yang sangat terjangkau untuk kelas kamera DSLR. Kamera ini bisa didapatkan dengan harga 4,5jutaan plus lensa kit Nikkor 18-55mm VR.

Nikon D3100

Nikon D3100 memiliki body yang sama persis dengan Nikon D3000, namun sudah memiliki kemampuan yang lumayan jauh dari Nikon D3000. Memiliki sensor CMOS 14.2MP dan fasilitas HD movie. Saat merekampun kamera ini mampu melakukan auto-focus yang baik. Untuk pemula yang mencari Nikon DSLR murah namun memiliki kualitas yang sangat baik, Nikon D3100 merupakan rekomendasi yang sangat baik, dengan harga 7jutaan kamera ini sudah bisa didapatkan plus lensa kit Nikkor 18-55mm VR.

Nikon D5000

Nikon D5000 merupakan DSLR pemula yang memiliki inovasi baru sehingga banyak dicari. Sekilas body depannya mirip dengan Nikon D3000 dan D3100 namun sangat berbeda pada body belakangnya. Kamera ini menonjolkan kelebihan pada LCD yang bisa di lipat sehingga dapat mengambil gambar dari posisi yang sulit. Memiliki sensor CMOS dengan 12.3MP, 11 titik AF dan fasilitas HD movie, namun untuk HD movie kamera ini masih kalah dengan Nikon D3100. Awal rilisnya kamera ini dihargai dengan harga tinggi namun dengan berjalannya waktu, kamera ini dijual dengan harga 6jutaan. Buruknya kamera ini telah discontinue, dengar -  dengar karena rumor bahwa sering bermasalahnya LCD pada kamera tersebut. Namun menurut saya tidak semua Nikon D5000 bermasalah, mungkin memang sial saja orang yang memiliki masalah pada Nikon D5000nya.

Friday, January 28, 2011

Kode Pada Lensa Nikon - Nikkor

Sangat banyak kode - kode yang menempel pada berbagai varian lensa, tentunya kode - kode tersebut bukanlah kode yang sengaja dipajang namun tidak memiliki arti tersendiri. Saya akan sedikit memberikan penjelasan tentang kode - kode tersebut pada lensa Nikon - Nikkor.


Berikut adalah penjelasannya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.
  • Nikkor : Nama dari lensa Nikon.
  • AF-S  : Menandakan bahwa lensa ini sudah memiliki motor auto-focus SWM. Lensa yang tidak memiliki motor hanya diberikan kode AF.
  • SWM atau Silent Wave Motor : Teknologi auto-focus dari Nikon.
  • IF : Internal Focusing, yaitu auto-focus yang terjadi pada bagian dalam lensa, sehingga tidak ada bagian luar kamera yang bergerak saat melakukan auto-focus. IF terdapat pada lensa seperti Nikkor 18-105mm VR, Nikkor 18-200mm VR dan lain-lain.
  • DX : Kamera berkode DX tidak bisa digunakan untuk kamera FX atau kamera Full Frame. Apabila lensa DX digunakan pada kamera FX akan terjadi effect vignetting pada hasil gambar.
  • VR : Vibration Reduction. Teknologi image stabilization dari Nikon. Fungsinya mereduksi guncangan saat pengambilan gambar.
  • Aspherical : Lensa yang memiliki kode ini sudah memiliki fasilitas pengurangan distorsi dan penyimpangan warna. Biasanya tertulis pada bagian bawah lensa.
  • ED : Singkatan dari Extra-low Dispertion, yaitu kode untuk optic dari lensa yang memiliki fungsi meningkatkan kontras dan ketajaman dengan menghilangkan penyimpangan warna saat cahaya memasuki bagian lensa / chromatic aberration.
  • SIC : Super Intergrated Coat, lapisan khusus pada lensa yang mampu mereduksi flare saat cahaya masuk ke dalam lensa.
  • N : Nano Crystal Coat. Lapisan optic yang lebih baik dari ED dengan anti-refleksi. Biasanya lensa Nikkor yang sudah mengadopsi teknologi Nano Crystal Coat memilik harga yang mahal.
  • D : Distance information, maksudnya yaitu masih terdapat aperture ring pada buntut lensanya, yang bertujuan untuk memberitahukan jarak dari objek ke kamera yang dapat membantu cara kerja Matrix metering dan iTTL flash. Kode ini berada persis setelah angka aperture pada lensa seperti 1:2.8D.
  • G : Berarti Gelded, lensa yang sudah mengalami perkembangan dengan pengurangan fitur yaitu tidak memiliki aperture ring dan tidak akan bekerja pada kamera manual. Posisi kode ini sama seperti kode D di atas, contoh 1:4.5-5.6G.
Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di kenrockwell.com - Nikkor Lens Technology atau Nikkor Lens Glossary

*masih perlu update

Wednesday, January 26, 2011

Kamera Full Frame Sensor vs Kamera APS Sensor

Pada kamera terdapat sensor penangkap gambar didalamnya, sensor tersebut terbagi menjadi 2 jenis, yang pertama kamera dengan APS sensor atau Advanced Photo System atau biasa di sebut Crop Factor Sensor dan kamera dengan Full Frame sensor.

Full Frame Sensor - APS Sensor
Secara fisik memang sudah terlihat jauh berbeda pada ukuran sensor ini. Kamera crop factor memiliki sensor lebih kecil dibanding kamera full frame. Ini juga berpengaruh di beberapa hal lainnya seperti Focal Length yang didapatkan, DoF yang dihasilkan dan lainnya. Kamera Full Frame biasanya digunakan apabila ingin mencetak gambar / foto dengan ukuran yang sangat besar agar lebih jernih dan detail seperti ukuran banner atau billboard.

Pada saat menggunakan lensa yang sama pada 2 kamera berbeda sensor, contoh kamera Nikon D90 (APS sensor) dengan lensa Nikkor 50mm f/1.4 dan kamera Nikon D700 (Full Frame sensor) dengan lensa yang sama yaitu Nikkor 50mm f/1.4 akan menghasilkan gambar yang berbeda pada Focal Length-nya. Dengan Nikon D700, kamera Full Frame, akan mendapatkan gambar yang lebih luas dibandingkan dengan gambar yang dihasilkan Nikon D90 dan gambar tersebut akan terlihat lebih sempit dan lebih jauh. Hal tersebut terjadi karena pada kamera Nikon D90 terjadi pemotongan gambar yang disebut Crop.

Monday, January 17, 2011

Mode Pada Kamera D-SLR

Mode On Nikon DLSR
Pada kamera DSLR ada banyak mode yang tersedia, pada tulisan saya kali ini, saya akan membahas beberapa mode tersebut.

Auto (Automatis)

Mode ini mengatur semuanya dari kecepatan shutter, bukaan dan ISO dengan mengukur keadaan pencahayaan sekitar. Apabila kamera merasakan kurangnya cahaya, mode ini lebih memilih untuk menggunakan flash light yang ada pada kamera daripada mengubah settingan shutter menjadi lebih lama.

Mode ini sangat praktis untuk di gunakan, hanya membidik target, tekan setengah tombol shutter, apabila sudah fokus, jepret!! Namun sangat disayangkan apabila kita lebih memilih untuk menggunakan mode ini pada kamera DLSR karena akan membatasi kemampuan memotret kita.

No Flash

Mode ini biasanya ditandai dengan lambang flash (petir) dicoret. Mode ini sama persis dengan mode auto, bedanya pada saat kurang cahaya mode auto akan menggunakan flash light pada kamera, namun pada mode No Flash ini tidak, pada saat kurang cahaya mode ini akan tetap menjalankan auto fokus, mengatur shutter speed, aperture dan ISO dan memotret dengan keadaan cahaya apa adanya.

P (Program)

Kalau mode auto semuanya di jalankan otomatis oleh kamera, pada mode ini hampir sama, kita hanya mengatur besar ISO dan sedikit memainkan exposure pencahayaan sisanya seperti shutter speed dan aperture akan di atur otomatis oleh kamera.

Saturday, January 8, 2011

Jenis Lensa Kamera DSLR

Pada kamera DSLR terdapat sangat banyak jenis lensa yang ditentukan berdasarkan fungsi lensa tersebut, apakah bisa zoom, sejauh apa focal length yang di dapatkan dan apakah memiliki bukaan diafragma yang besar atau kecil.

Nikkor Lenses Group
 1. Lensa Prime

Lensa Prime biasa disebut sebagai Lensa Fixed karena memiliki fixed focal length, yaitu jarak tetap dan tidak menggunakan fungsi zoom. Walaupun lensa ini tidak memiliki fungsi zoom, lensa ini sangat memiliki bukaan diafragma yang besar, kisaran f/2.8, f/1.8, f/1.4 dan mungkin ada yang sampai f/1.2. Lensa ini banyak dicari karena kemampuan bukaan yang besar yang membuat ketajaman gambar semakin baik sehingga ideal untuk foto potret. Focal length pada lensa ini biasanya berada pada 35mm, 50mm, 85mm, 105mm bahkan ada yang berada pada focal length 300mm, 400mm dan lainnya. Contoh : Nikkor AF-S 50mm f/1.4.

2. Lensa Zoom

Seperti namanya, lensa ini memiliki kemampuan zoom. Lensa zoom juga bisa dibagi menjadi beberapa macam tergantung focal length yang dimiliki. Lensa zoom standar, biasanya bawaan dari kamera, contoh seperti Nikkor 18 - 55mm f/3.5-5.6 VR, Canon 18 - 55mm f/3.5-5.6 IS atau Pentax 16-50mm f/2.8.

3. Lensa Tele /  Telephoto Lens

Lensa ini sangat membantu untuk mengambilan gambar yang jauh, seperti pengambilan gambar hewan liar karena sangat tidak memungkinkan untuk mendekat, bisa juga untuk foto jurnalistik, foto sport seperti pertandingan sepak bola, dan lainnya. Lensa ini juga miliki kemampuan untuk mengkompres jarak, maka untuk foto model juga bisa bekerja dengan baik agar model tersebut lebih enak dilihat. Namun untuk masalah pengambilan jarak jauh, sangat disarankan untuk menggunakan lensa tele yang sudah mengadopsi fasilitas Image Stabilization karena sangat rentan terhadap getaran tangan. Lensa ini biasanya berkisar pada focal length 55 200mm, 70 - 300mm, 400mm dan sebagainya. Contoh : Nikkor AF-S 70-200mm f/2.8 VR dan Nikkor AF-S 600mm f/4 VR.

Saturday, December 18, 2010

ISO Pada Kamera

ISO, dapat di artikan sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya. Sebelumnya sudah pernah saya bahas juga pada postingan saya yang berjudul Exposure Dan Pencahayaan Dalam Fotografi. ISO dapat di atur sesuai kemauan pemakai, semakin besar ISO yang di set, semakin besar pula komposisi cahaya yang ditangkap oleh sensor. Namun dibalik kelebihan ISO yang dapat membuat hasil jepretan lebih terang, ISO memiliki kekurangan saat di set menjadi ISO tinggi, yaitu menimbulkan banyak noise dan kualitas gambar sedikit berkurang seperti kurang timbulnya contrast cahaya yang dihasilkan, hilangnya detail gambar dan lainnya. Noise yang disebutkan akan tampak berupa bintik-bintik kecil yang tersebar pada foto. Noise juga akan lebih tampak apabila gambar di zoom-in 50%++, apalagi gambar tersebut akan dicetak untuk ukuran yang sangat besar.

ISO pada kamera sekarang sudah ada yang mencapai 12800 bahkan lebih. Umumnya ISO pada kamera di mulai dari 100, 200, 400, 800, 1600, 3200 dan kamera DSLR semi-pro dan DLSR pro sudah memungkinkan memliki ISO di atas 3200 seperti pada ISO 6400, 12800 dan 25600. Seiring berjalannya waktu, teknologi pun sudah semakin mantap akhir-akhir ini. Beberapa kamera sudah dapat meredam noise saat menggunakan ISO setinggi 6400, 12800 atau mungkin lebih, contoh Nikon D3s. Kamera pemula seperti Canon 550D pun sudah dapat meredam noise dengan sangat baik saat menggunakan ISO 1600.

ISO biasanya di pakai saat keadaan benar-benar gelap saat malam atau indoor dan saat aperture dan shutter speed tidak mendukung. Namun saat pencahayaan benar-benar memadai, sangat disarankan menggunakan ISO yang sangat rendah, seperti ISO 100 atau 200 jika sedikit kekurangan cahaya, namun saat ISO 100 saja masih terlalu terang, beberapa kamera bisa mengatur ISO menjadi Lo (lebih rendah dari ISO 100) seperti pada kamera DSLR Nikon D90.

Friday, December 17, 2010

Bukaan Diafragma / Aperture Pada Lensa

Sebelumnya saya sudah pernah sedikit membahas tentang diafragma/aperture atau bisa disebut juga bukaan pada lensa pada tulisan saya yang berjudul Exposure Dan Pencahayaan Dalam Fotografi. Aperture pada lensa termasuk salah satu elemen yang wajib kita ketahui fungsinya, tidak hanya untuk menentukkan seberapa cepat shutter speed yang akan digunakan tetapi juga mempengaruhi 2 hal lainnya, yaitu menentukan banyaknya cahaya yang masuk dan menetukkan ketajaman gambar yang dihasilkan.


Untuk menentukan cahaya yang masuk dengan aperture adalah sebagai berikut. Semakin kecil aperture, semakin besar bukaan dan semakin banyak cahaya yang masuk. Namun sebaliknya, semakin besar aperture, semakin kecil bukaan dan semakin sedikit cahaya yang masuk.

Menentukkan ketajaman gambar juga ditentukan oleh aperture seperti yang telah disebutkan tadi. Semakin kecil aperture, semakin besar bukaan dan semakin tajam gambar yang dihasilkan begitu juga sebaliknya.

Ingat dan jangan sampai keliru karena ukuran bukaan diafragma lensa sangat unik, semakin kecil angkanya, semakin besar bukaan.

Setiap lensa memiliki kemampuan bukaan diafragma yang berbeda. Standar bukaan pada lensa adalah f/3.5 dan biasanya semakin besar bukaannya semakin mahal harga kamera tersebut karna gambar yang dihasilkan memiliki ketajaman yang baik, dan biasanya bukaan yang besar terdapat pada lensa fixed. Seperti pada lensa Nikkor AF-S 24mm f/1.4 adalah lensa fixed yang memiliki bukaan 1.4f di tandai dengan f/1.4 dan harga lensa ini berkisar hingga 20jutaan lebih.

Saturday, December 11, 2010

Reflekta II : Camera Since '54

Reflekta II
Suatu hari saat sedang menghabiskan waktu bersama ketiga teman saya di kosan, temen saya yang lain, Kiki, sms saya yang kurang lebih isinya seperti ini, "bro, gue ke kosan lo ya, sekalian mau nunjukikin kamera hebat gue". Sambil memiliki rasa penasaran saya bales sms itu seperti ini, "oke bro, silahkan saja".

Saat teman saya sampai di kosan dia langsung menunjukkan kameranya kepada saya dan saya lumayan terkejut melihatnya. Rasa penasaran saya rupanya tidak lebih dari kagetnya saya saat melihat kamera itu. Saya pikir kamera D-SLR atau SLR biasa yang pernah saya lihat sebelumnya, namun yang di tunjukkan ke saya adalah kamera vintage yang umurnya sudah jauh lebih tua di banding orang tua saya sekalipun, Reflekta II.

Saya tanya kepada pemilik kamera, Kiki, gimana caranya dia bisa dapat kamera itu, sedangkan kamera itu kalaupun dijual masih bisa dikatakan lumayan mahal apalagi fungsinya sudah tidak berjalan bagaimana layaknya kamera, mungkin di karenakan umur kamera yang membuat komponen didalamnya sudah berkarat.

Kiki pun menjawab, "Gue di kasih sama kakek gue, dan gue dipercayain buat ngejaga ini kamera, yah kalo bisa sih kamera ini berfungsi lagi, hehe". Maklum kamera itu sudah tidak berfungsi karna memang komponen kamera sangatlah sensitif, tapi setelah saya perhatikan kondisi fisik eksternal kamera tersebut, saya sedikit berfikir dan kagum karena sekitar 80% body dari kamera tersebut terbilang masih sangat baik.

Sunday, November 21, 2010

Tips Memilih Kamera D-SLR

Membeli kamera memang bukan suatu hal yang bisa sembarangan dilakukan, apalagi untuk yang memiliki budget rendah. Bagi yang memiliki budget tinggi pun saya sarankan untuk tidak asal membeli kamera, memang harga tidak menipu, namun kita harus memperhatikan banyak hal agar tidak menyesal apabila telah membeli kamera yang mahal namun kurang memuaskan.

Disini saya sedikit memberi Tips Memilih Kamera yang saya dapatkan melalui pengalaman dan omongan orang sekitar yang mungkin bisa membantu teman - teman sekalian agar tidak terlalu bingung dalam pemilihan kemera yang sesuai dengan budget dan kebutuhan sendiri.

1. Ketahui Kebutuhan dan Tentukan Batasan

Ada banyak macam jenis kamera D-SLR skrg, dari level Entry Level atau pemula, Semi-Pro dan Pro-level. Ketahuilah kebutuhan anda, apakah anda termasuk orang yang memang sekedar hobi untuk fotografi, atau hobi yang disertai keinginan untuk mencari hasil finansial melalui fotografi. Apabila sekedar hobi iseng - iseng anda bisa memilih kamera entry-level, jika anda termasuk yang gila fotografi namun masih dalam taraf hobi , suka mengabadikan momment - momment dan suka berkarya, Semi-Pro kamera lah yang anda pilih, sedangkan jika anda seorang yang benar - benar ingin serius di bidang fotografi ini, maka Pro-level kamera lah pilihan anda.

Tuesday, November 9, 2010

Image Stabilization Dalam Fotografi

Image Stabilization (IS) atau anti-shake adalah sebuah fasilitas lensa yang berfungsi meredam guncangan saat pengambilan gambar, di khususkan saat pengambilan gambar shutter speed atau kecepatan rendah atau pada pengambilan jarak jauh seperti telephoto yang menggunakan zoom di atas 10x.

Cara kerja Image Stabilization yaitu dengan sedikit menggerakkan image sensor namun ada pula yang menggunakan cara menggerakan optical elemen didalam lensa itu sendiri.

Nikkor Lenses
Pengambilan jarak jauh atau telephoto zoom sangat memiliki pengaruh besar pada sedikit guncangan untuk itu fasilitas IS sangat berguna dalam pengambilan gambar jarak jauh atau telephoto zoom seperti yang disebutkan tadi. pengambilan jarak jauh atau telephoto zoom seperti di sebutkan tadi karna semakin jauh jarak suatu object akan mengakibatkan gerakan yang semakin besar jika dibandindingkan dengan jarak object yang lebih dekat walaupun guncangan mempunyai besar sudut yang sama.

Selain pengambilan jarak jauh, IS jg berpengaruh pada pengambilan gambar yang memerlukan shutter speed yang lambat karena sangat memungkinkan terekamnya guncangan. Namun perlu di ingat, IS memang sangat berjasa dalam pengambilan gambar dengan shutter speed rendah, tetapi IS memiliki batasannya sendiri, IS dapat berguna dengan baik disaat shutter speed berada pada 1 detik atau kurang, apabila shutter speed berada di atas 1 detik, IS tidak akan bisa mengatasi guncangan yang terjadi.

Setiap lensa memiliki istilah Image Stabilization sendiri, sebagai contoh istilah yang dimiliki oleh lensa Canon adalah Image Stabilizer, biasanya terdapat singkatan IS pada lensa tersebut. Pada lensa lain seperti  Nikkor menggunakan istilah VR atau Vibration Reduction, pada Sigma menggunakan OS atau Optical Stabilizer, sedangkan pada Samsung dinamakan OIS atau Optical Image Stabilizer dan ada pula istilah lain pada lensa seperti Thamron yang bernama VC atau Vibration Compensation.

Tuesday, November 2, 2010

Hasil Jepretan Si Anak Kos

Sang Saka Merah Putih

Berkibarlah!
Komposisi


Loncatan Parkour, modelnya teman saya sendiri.

Hyaaatt!!!
Macro


Monday, October 25, 2010

Exposure Dan Pencahayaan Dalam Fotografi

Teknik fotografi sangat banyak salah satunya dan yang paling penting adalah pengaturan exposure dan cahaya dimana kita mengatur seberapa banyak cahaya yang masuk untuk terang-gelapnya suatu objek. Pengaturan exposure dan cahaya merupakan kunci keberhasilan untuk menghasilkan gambar yang di inginkan. Pengaturan cahaya ini berkaitan dengan Segitiga Fotografi yaitu diafragma (aperture), kecepatan rana (shutter speed) dan ISO.
Aperture merupakan besarnya bukaan pada lensa yang menentukan banyaknya cahaya yang masuk dan yang akan ditangkap oleh sensor atau film seluloid. Besar-kecilnya aperture akan mempengaruhi tajamnya suatu gambar. Semakin kecil aperture maka gambar yang dihasilkan memiliki ketajaman yang lebih, namun sebaliknya semakin besar aperture maka gambar yang dihasilkan memiliki nilai ketajaman yang minim.

Pengaturan aperture mempengaruhi shutter speed yang dibutuhkan. Semakin besar aperture maka shutter speed yang dibutuhkan akan semakin cepat. Hal tersebut disebabkan karena semakin besar aperture semakin banyak cahaya yang akan masuk, untuk mengimbanginya maka shutter speed yang kita butuhkan akan semakin cepat agar komposisi cahaya yang masuk tidak terlalu berlebihan (over exposure). Begitu juga sebaliknya (under exposure). Exposure adalah banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.
  1. Over Exposure, yaitu pencahayaan yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh shutter speed yang tidak sesuai. Bisa terlihat apabila posisi indikator dalam garis matering berada pada area (+). Akibat dari over exposure, gambar yang dihasilkan terlihat lebih putih dan terang, warna asli yang ada tidak terlalu menonjol. Over exposure juga bisa di sebabkan karena flash yang terlalu kuat atau terlalu dekat dengan objek. Ada yang menyebutkan over exposure dengan istilah harz.
  2. Under Exposure, adalah kebalikkan dari over exposure, yaitu kekurangan pencahayaan. Penyebabnya juga terletak pada shutter speed, posisi indikator dalam garis matering berada pada area (-).

Sunday, October 24, 2010

Tips Beli Lensa Second Untuk Kamera DSLR

Bagi teman-teman yang doyan banget fotogafi pastinya pengen banget dong nyobain lensa yang mempunyai berbagai macam bentuk, fungsi dan jenisnya untuk dipakai di berbagai tempat yang berbeda. Nah buat yang memiliki budget rendah mungkin kesulitan untuk beli lensa baru yang masih gress. Saya disini punya beberapa tips beli lensa second, sbb.
  1. Tentukan merk lensa sesuai kata hati tentu tidak mengesampingkan kualitasnya.
  2. Pilih ukuran dan jenis lensa sesuai kebutuhan.
  3. Utamakan lensa yang memiliki fasilitas Image Stabilization.
  4. Cari tahu pasaran harga lensa second yang dibutuhkan.
  5. Pastikan membeli lensa di orang atau toko yang sangat bisa dipercaya.
  6. Tanya dulu masih ada garansi atau tidak, garansi resmi, garansi distributor ataupun garansi toko.
  7. Pastikan kelengkapan lensa seperti dus, cap, dll.
  8. Raba body lensanya, apakah ada cacat pada body seperti bekas benturan, cat, angka, dll.
  9. Cek fungsinya, seperti gelang fokus, fokusnya, zoom, kembang diafragma, dll.
  10. Cek lensanya, dilihat baik-baik atau diterawang dengan cermat, apakah masih bening atau tidak, kalau ada putih-putih dalam lensa itu jelas ada jamur atau fogging.
Demikian beberapa tips yang bisa saya berikan, semoga tips di atas dapat membantu teman-teman sekalian untuk memilah-milah lensa second yang baik.